<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ahlan Wa Sahlan</title>
	<atom:link href="http://junworld.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://junworld.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 14 May 2009 10:11:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='junworld.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ahlan Wa Sahlan</title>
		<link>http://junworld.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://junworld.wordpress.com/osd.xml" title="Ahlan Wa Sahlan" />
	<atom:link rel='hub' href='http://junworld.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kekuatan tersembunyi petir</title>
		<link>http://junworld.wordpress.com/2009/05/14/kekuatan-tersembunyi-petir/</link>
		<comments>http://junworld.wordpress.com/2009/05/14/kekuatan-tersembunyi-petir/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 10:11:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>junaidiismail</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://junworld.wordpress.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[Satu kilatan petir menghasilkan listrik lebih besar daripada yang dihasilkan Amerika. Di malam hari, saat hujan deras, langit tiba-tiba menyala, tak lama kemudian disusul oleh suara menggelegar. Tahukah Anda bagaimanakah petir luar biasa yang menerangi langit muncul? Tahukah Anda seberapa banyak cahaya yang dipancarkannya? Atau seberapa besar panas yang dilepaskannya? Satu kilatan petir adalah cahaya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=junworld.wordpress.com&amp;blog=7019217&amp;post=104&amp;subd=junworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Satu kilatan petir menghasilkan listrik lebih besar daripada yang dihasilkan Amerika.  Di malam hari, saat hujan deras, langit tiba-tiba menyala, tak lama kemudian disusul oleh suara menggelegar. Tahukah Anda bagaimanakah petir luar biasa yang menerangi langit muncul? Tahukah Anda seberapa banyak cahaya yang dipancarkannya? Atau seberapa besar panas yang dilepaskannya?  Satu kilatan petir adalah cahaya terang yang terbentuk selama pelepasan listrik di atmosfer saat hujan badai. Petir dapat terjadi ketika tegangan listrik pada dua titik terpisah di atmosfer – masih dalam satu awan, atau antara awan dan permukaan tanah, atau antara dua permukaan tanah – mencapai tingkat tinggi.  petir KEINDAHAN YANG TERLIHAT SELAMA SETENGAH DETIK  Sebuah sambaran petir berukuran rata-rata memiliki energi yang dapat menyalakan sebuah bola lampu 100 watt selama lebih dari 3 bulan. Sebuah sambaran kilat berukuran rata-rata mengandung kekuatan listrik sebesar 20.000 amp. Sebuah las menggunakan 250-400 amp untuk mengelas baja. Kilat bergerak dengan kecepatan 150.000 km/detik, atau setengah kecepatan cahaya, dan 100.000 kali lipat lebih cepat daripada suara.  Kilat petir terjadi dalam bentuk setidaknya dua sambaran. Pada sambaran pertama muatan negatif (-) mengalir dari awan ke permukaan tanah. Ini bukanlah kilatan yang sangat terang. Sejumlah kilat percabangan biasanya dapat terlihat menyebar keluar dari jalur kilat utama. Ketika sambaran pertama ini mencapai permukaan tanah, sebuah muatan berlawanan terbentuk pada titik yang akan disambarnya dan arus kilat kedua yang bermuatan positif terbentuk dari dalam jalur kilat utama tersebut langsung menuju awan. Dua kilat tersebut biasanya beradu sekitar 50 meter di atas permukaan tanah. Arus pendek terbentuk di titik pertemuan antara awan dan permukaan tanah tersebut, dan hasilnya sebuah arus listrik yang sangat kuat dan terang mengalir dari dalam jalur kilat utama itu menuju awan. Perbedaan tegangan pada aliran listrik antara awan dan permukaan tanah ini melebihi beberapa juta volt.  Energi yang dilepaskan oleh satu sambaran petir lebih besar daripada yang dihasilkan oleh seluruh pusat pembangkit tenaga listrik di Amerika. Suhu pada jalur di mana petir terbentuk dapat mencapai 10.000 derajat Celcius. Suhu di dalam tanur untuk meleburkan besi adalah antara 1.050 dan 1.100 derajat Celcius. Panas yang dihasilkan oleh sambaran petir terkecil dapat mencapai 10 kali lipatnya. Panas yang luar biasa ini berarti bahwa petir dapat dengan mudah membakar dan menghancurkan seluruh unsur yang ada di muka bumi. Perbandingan lainnya, suhu permukaan matahari tingginya 700.000 derajat Celcius. Dengan kata lain, suhu petir adalah 1/70 dari suhu permukaan matahari. Cahaya yang dikeluarkan oleh petir lebih terang daripada cahaya 10 juta bola lampu pijar berdaya 100 watt. Sebagai pembanding, satu kilatan petir menyinari sekelilinginya secara lebih terang dibandingkan ketika satu lampu pijar dinyalakan di setiap rumah di Istanbul. Allah mengarahkan perhatian pada kilauan luar biasa dari petir ini dalam Qur’an,  “…Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.” (QS. An Nuur, 24:43)  Kilatan yang terbentuk turun sangat cepat ke bumi dengan kecepatan 96.000 km/jam. Sambaran pertama mencapai titik pertemuan atau permukaan bumi dalam waktu 20 milidetik, dan sambaran dengan arah berlawanan menuju ke awan dalam tempo 70 mikrodetik. Secara keseluruhan petir berlangsung dalam waktu hingga setengah detik. Suara guruh yang mengikutinya disebabkan oleh pemanasan mendadak dari udara di sekitar jalur petir. Akibatnya, udara tersebut memuai dengan kecepatan melebihi kecepatan suara, meskipun gelombang kejutnya kembali ke gelombang suara normal dalam rentang beberapa meter. Gelombang suara terbentuk mengikuti udara atmosfer dan bentuk permukaan setelahnya. Itulah alasan terjadinya guntur dan petir yang susul-menyusul.  Saat kita merenungi semua perihal petir ini, kita dapat memahami bahwa peristiwa alam ini adalah sesuatu yang menakjubkan. Bagaimana sebuah kekuatan luar biasa semacam itu muncul dari partikel bermuatan positif dan negatif, yang tak terlihat oleh mata telanjang, menunjukkan bahwa petir diciptakan dengan sengaja. Lebih jauh lagi, kenyataan bahwa molekul-molekul nitrogen, yang sangat penting untuk tumbuhan, muncul dari kekuatan ini, sekali lagi membuktikan bahwa petir diciptakan dengan kearifan khusus.  Allah secara khusus menarik perhatian kita pada petir ini dalam Al Qur’an. Arti surat Ar Ra’d, salah satu surat Al Qur’an, sesungguhnya adalah “Guruh”. Dalam ayat-ayat tentang petir Allah berfirman bahwa Dia menghadirkan petir pada manusia sebagai sumber rasa takut dan harapan. Allah juga berfirman bahwa guruh yang muncul saat petir menyambar bertasbih memujiNya. Allah telah menciptakan sejumlah tanda-tanda bagi kita pada petir. Kita wajib berpikir dan bersyukur bahwa guruh, yang mungkin belum pernah dipikirkan banyak orang seteliti ini dan yang menimbulkan perasaan takut dan pengharapan dalam diri manusia, adalah sebuah sarana yang dengannya rasa takut kepada Allah semakin bertambah dan yang dikirim olehNya untuk tujuan tertentu sebagaimana yang Dia kehendaki.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/junworld.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/junworld.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/junworld.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/junworld.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/junworld.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/junworld.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/junworld.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/junworld.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/junworld.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/junworld.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/junworld.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/junworld.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/junworld.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/junworld.wordpress.com/104/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=junworld.wordpress.com&amp;blog=7019217&amp;post=104&amp;subd=junworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://junworld.wordpress.com/2009/05/14/kekuatan-tersembunyi-petir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7a60e593df536def13f3c188a09ebd0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">junaidiismail</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lidah bunglon secepat peluru</title>
		<link>http://junworld.wordpress.com/2009/05/14/lidah-bunglon-secepat-peluru/</link>
		<comments>http://junworld.wordpress.com/2009/05/14/lidah-bunglon-secepat-peluru/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 10:10:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>junaidiismail</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://junworld.wordpress.com/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[Buku-buku teks zologi menjelaskan bahwa lidah balistik bunglon diperkuat oleh seutas otot pemercepat (akselerator). Otot ini memanjang ketika menekan ke bawah pada tulang lidah, yang berupa tulang rawan kaku di tengah lidah, yang membungkusnya. Akan tetapi, dalam sebuah penelitian yang telah disetujui untuk diterbitkan oleh majalah ilmiah Proceedings of the Royal Society of London (Series [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=junworld.wordpress.com&amp;blog=7019217&amp;post=102&amp;subd=junworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;">Buku-buku teks zologi menjelaskan bahwa lidah balistik bunglon diperkuat oleh seutas otot pemercepat (akselerator). Otot ini memanjang ketika menekan ke bawah pada tulang lidah, yang berupa tulang rawan kaku di tengah lidah, yang membungkusnya. Akan tetapi, dalam sebuah penelitian yang telah disetujui untuk diterbitkan oleh majalah ilmiah Proceedings of the Royal Society of London (Series B), dua ahli morfologi yang memelajari kebiasaan makan bunglon menemukan unsur-unsur lain yang terkait dengan gerakan cepat lidah binatang ini. (1)</p>
<p>Kedua peneliti Belanda ini, Jurriaan de Groot dari Universitas Leiden, dan Johan van Leeuwen dari Universitas Wageningen, mengambil film-film sinar X berkecepatan tinggi, yakni 500 bingkai per detik, dalam rangka menyelidiki bagaimana lidah bunglon bekerja ketika menangkap mangsa. Film-film ini menunjukkan bahwa ujung lidah bunglon mengalami percepatan 50 g (g = konstanta gravitasi). Percepatan ini lima kali lebih besar daripada yang dapat dicapai oleh sebuah jet tempur.</p>
<p>Para peneliti ini membedah jaringan lidah dan menemukan bahwa otot pemercepat sama sekali tidak cukup kuat untuk menghasilkan gaya yang diperlukan ini sendirian. Dengan meneliti lidah bunglon, mereka menemukan keberadaan sedikitnya 10 bungkus licin, yang hingga saat itu belum diketahui, di antara otot pemercepat dan tulang lidah. Bungkus-bungkus ini, yang melekat ke tulang lidah di ujungnya yang terdekat dengan mulut, teramati mengandung serat-serat protein berajutan spiral. Serat-serat ini memadat dan berubah bentuk ketika otot pemercepat mengerut dan menyimpan tenaga bagaikan seutas pita karet yang tertekan. Ketika mencapai ujung bulat tulang lidah, bungkus-bungkus yang ketat dan memanjang ini secara bersamaan menggelincir dan mengerut dengan kekuatan dan melontarkan lidah. Secepat serat-serat ini menggelincir dari tulang lidah, bungkus-bungkus saling memisahkan diri bagaikan tabung-tabung sebuah teleskop, dan karena itu lidah mencapai jangkauan terjauhnya. Van Leeuwen berkata, “ini adalah ketapel teleskopis.”</p>
<p>Ketapel ini memiliki ciri lain yang amat menyolok. Ujung lidah mengambil bentuk hampa pada saat menghantam mangsa. Ketika terlontar, lidah ini dapat menjulur sejauh enam kali panjangnya ketika istirahat di dalam mulut, dan dua kali panjang tubuhnya sendiri.</p>
<p>Jelaslah bahwa bungkus-bungkus yang saling terhubung pada lidah bunglon ini tidak pernah dapat dijelaskan menurut evolusi. Dalam wacana itu, mari kita ajukan pertanyaan-pertanyaan berikut:</p>
<p>1.  Bagaimanakah masing-masing bungkus ini berevolusi ke tempatnya yang benar?</p>
<p>2.  Bagaimanakah lidah tumbuh sedemikian panjang?</p>
<p>3.  Bagaimanakah otot pemercepat muncul?</p>
<p>4.  Bagaimanakah bungkus-bungkus menyelaraskan gerak-geriknya sehingga membuat lidah mencapai panjang maksimumnya?</p>
<p>5.  Bagaimanakah bungkus-bungkus menumbuhkan kemampuan untuk “memanjangkan diri bak tabung-tabung teleskop”?</p>
<p>6.  Bagaimanakah binatang tersebut menyatukan semua bagian ini setelah “meluncurkan” lidah?</p>
<p>7. Jika lidah ini diperoleh sebagai sifat menguntungkan akibat proses evolusi, lalu mengapa sifat unggul ini tidak berkembang pada binatang-binatang lain dan mengapa binatang-binatang lain tidak memiliki cara berburu yang sama?</p>
<p>8. Bagaimanakah bunglon (atau binatang yang dianggap moyang peralihannya) dapat bertahan hidup ketika semua sistem yang rumit ini diduga pelan-pelan berevolusi? (2)</p>
<p><img class="size-full wp-image-83 alignleft" title="bukalemundili" src="http://nayandin23.files.wordpress.com/2009/04/bukalemundili.jpg?w=330&amp;h=89" alt="bukalemundili" width="330" height="89" /> Seorang evolusionis tidak akan memiliki jawaban bagi pertanyaan-pertanyaan ini. Gambar di sebelah kiri, sebuah lukisan yang mewakili penampang melintang lidah bunglon, menyingkapkan bahwa sistem sempurna ini bergantung pada penciptaan yang amat khusus. Kelompok-kelompok otot dengan sifat-sifat yang berbeda secara tanpa cela melontarkan lidah, memercepatnya, menyebabkan lidah mengambil bentuk isap ketika menghantam mangsanya dan lalu cepat-cepat menariknya. Kelompok-kelompok otot ini sama sekali tidak saling menghalangi fungsi masing-masing, namun bekerja dengan cara yang terselaraskan dalam menghantam mangsa dan menarik lidah kembali ke mulut dalam waktu kurang dari sedetik. Tambahan lagi, berkat kerjasama antara sistem penglihatan dan otak, kedudukan mangsa diukur dan perintah bagi lidah balistik untuk “menembak!” diberikan oleh syaraf yang mengirimkan isyarat di dalam otak.</p>
<p>Sudah pasti, bunglon tidak dapat memikirkan dan merancang sendiri rancangan yang demikian rumit itu. Penciptaan ini menyingkapkan keberadaan Allah, Sang Mahatahu dan Mahakuasa. Tidak ada keraguan bahwa Allahlah, Yang Mahakuasa, Mahatahu, dan Mahabijaksana, Yang menciptakan bunglon.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/junworld.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/junworld.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/junworld.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/junworld.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/junworld.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/junworld.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/junworld.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/junworld.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/junworld.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/junworld.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/junworld.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/junworld.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/junworld.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/junworld.wordpress.com/102/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=junworld.wordpress.com&amp;blog=7019217&amp;post=102&amp;subd=junworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://junworld.wordpress.com/2009/05/14/lidah-bunglon-secepat-peluru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7a60e593df536def13f3c188a09ebd0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">junaidiismail</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nayandin23.files.wordpress.com/2009/04/bukalemundili.jpg?w=330&#038;h=89" medium="image">
			<media:title type="html">bukalemundili</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jaringan Informasi pada Lumba-Lumba Mengungguli Internet</title>
		<link>http://junworld.wordpress.com/2009/05/14/jaringan-informasi-pada-lumba-lumba-mengungguli-internet/</link>
		<comments>http://junworld.wordpress.com/2009/05/14/jaringan-informasi-pada-lumba-lumba-mengungguli-internet/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 10:07:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>junaidiismail</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://junworld.wordpress.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[Temuan-temuan seorang ahli zologi telah memandu para insinyur yang membangun jaringan-jaringan rumit seperti World Wide Web dan jejaring kisi-kisi listrik ke arah baru: lumba-lumba. David Lusseau dari Universitas Otago memelajari suatu kelompok yang   terdiri atas 64 lumba-lumba hidung botol selama rentang masa tujuh tahun. (1) Ia menemukan di antara mereka adanya suatu tatanan sosial [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=junworld.wordpress.com&amp;blog=7019217&amp;post=100&amp;subd=junworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="snap_preview">
<p>Temuan-temuan seorang ahli zologi telah memandu para insinyur yang membangun jaringan-jaringan rumit seperti World Wide Web dan jejaring kisi-kisi listrik ke arah baru: lumba-lumba.</p>
<p>David Lusseau dari Universitas Otago memelajari suatu kelompok yang  <img class="alignright size-full wp-image-87" title="artikel85-01" src="http://nayandin23.files.wordpress.com/2009/04/artikel85-01.jpg?w=307&amp;h=203" alt="artikel85-01" width="307" height="203" /> terdiri atas 64 lumba-lumba hidung botol selama rentang masa tujuh tahun. (1) Ia menemukan di antara mereka adanya suatu tatanan sosial yang mirip dengan yang ada pada manusia dan jaringan buatan manusia. Telaah matematis Lusseau diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the Royal Society.(2)</p>
<p>Banyak jaringan rumit, termasuk masyarakat manusia, memiliki ciri-ciri yang memungkinkan pertukaran cepat informasi di kalangan anggotanya.</p>
<p>Kajian oleh peneliti Selandia Baru ini menunjukkan bahwa masyarakat binatang juga tersusun sedemikian rupa sehingga memungkinkan penerusan informasi secara cepat dan efisien. Makhluk-makhluk berumur panjang seperti gorila, kijang, gajah, dan lumba-lumba hidung botol bergantung pada lingkungan mereka dalam penyampaian informasi.</p>
<p>Dalam pengamatan-pengamatannya, Lusseau memusatkan diri pada anggota-anggota kawanan yang lebih sering tampak bersama. Ia menyadari bahwa kelompok ini terdiri sebagian besar atas betina-betina dewasa, dan mereka berfungsi sebagai pusat-pusat penyampaian informasi bagi masyarakatnya.</p>
<p>Untuk mengukur aliran informasi dalam sebuah sistem, cukuplah dengan melihat pada titik-titik pusat yang dilalui aliran informasi itu dan menghitung jumlah unsur yang diperlukan dalam perjalanan itu dari titik pangkal hingga titik ujung. Lusseau menggunakan teknik pengukuran ini, yang disebut dengan “diameter”. Ketika hasil-hasil yang diperolehnya menggunakan cara ini dibandingkan dengan data yang diungkapkan oleh Internet, ia mendapati dirinya berhadapan dengan kenyataan yang menakjubkan.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-88" title="artikel85-02" src="http://nayandin23.files.wordpress.com/2009/04/artikel85-02.jpg?w=307&amp;h=207" alt="artikel85-02" width="307" height="207" />Lamanya penyampaian informasi bertambah ketika sejumlah besar titik yang membentuk hubungan-hubungan pada Internet dibuang. Ketika hanya 2% simpul dengan kaitan terbanyak pada Internet dikeluarkan dari sistem, diperlukan dua kali jauhnya untuk berjalan dari satu unsur ke unsur lainnya. Akan tetapi, di kalangan lumba-lumba, keadaannya berbeda.</p>
<p>Lusseau memantau lumba-lumba menggunakan tanda-tanda pada sirip-sirip punggung dan mengamati bahwa ketika anggota-anggota yang bertindak sebagai pusat komunikasi meninggalkan kelompoknya, masyarakat lumba-lumba menunjukkan daya tahan yang besar. Kepaduan masyarakat lumba-lumba tidak terpengaruh oleh ketiadaan anggota-anggota kunci. Daya tahan ini memungkinkan masyarakat lumba-lumba tetap terus berada dalam keadaan sehat bahkan jika sepertiga anggotanya hilang.</p>
<p>Sang peneliti menyatakan bahwa berkat sistem ini, jaringan dapat tetap bertahan bahkan di hadapan bencana kematian. Lebih lagi, ia berpendapat bahwa sifat-sifat ini dapat diterapkan pada jaringan buatan manusia seperti World Wide Web.</p>
<p>Sebagaimana kita lihat, ada penataan pada lumba-lumba yang terlindung lebih baik daripada jaringan komunikasi yang membangun Internet dan berfungsi lebih ampuh pada saat simpul-simpul utama tercerabut. Adanya ciri seperti itu pada lumba-lumba berarti bahwa aneka syarat mesti diperhitungkan. Misalnya, beberapa tahap, seperti menghitung beban yang akan ditimpakan pada titik-titik hubungan dalam rangka menata Internet dan menaksir di awal bagaimana keseluruhan jaringan akan terpengaruh jika titik-titik itu tercerabut dari sistem, dilakukan oleh para insinyur jaringan dan ini membuat informasi berjalan dalam sistem seefisien mungkin. Keberadaan para insinyur yang menghitung dan menata aliran informasi pada Internet menunjukkan adanya kecerdasan unggul yang mengatur jaringan informasi pada lumba-lumba dan banyak mahluk hidup lain sejenisnya di alam. Tidak dapat diragukan bahwa kecerdasan unggul ini adalah Allah yang Mahatahu, Mahakuasa.</p>
<p>Penciptaan jaringan informasi pada lumba-lumba ini adalah perwujudan dari namaNya yang Maha Pengasih. Kasih Allah diwujudkan dalam jaringan informasi ini sebagaimana berikut:</p>
<p>Cara makhluk-makhluk hidup seperti lumba-lumba, yang tinggal dalam perairan terbuka dan dekat dengan permukaan, berperilaku sebagai satu kelompok amatlah penting. Gaya hidup ini memberikan keuntungan dalam hal bersiaga terhadap pemangsa, maupun ketika berburu. Berkat arus informasi yang sinambung di kalangan betina-betina dewasa di dalam kelompok, anggota-anggota lain dipasok dengan informasi tentang kedudukan mangsa dan pemangsa, yang akibatnya kelompok ini dibantu dalam berperilaku secara padu. Jika aliran informasi pada lumba-lumba ini menjadi timpang karena kehilangan satu lumba-lumba yang diakibatkan oleh pemangsa, maka larinya lumba-lumba lain akan tidak berarti, dan anggota-anggota yang tak berpeluang berkomunikasi akan terpaksa menyebar dan akhirnya menjadi santapan pemangsa-pemangsa lainnya. Akan tetapi, jaringan informasi yang diciptakan pada lumba-lumba oleh Allah tidak terputus pada saat-saat seperti itu, dan membuat para anggota kawanan bertahan hidup dengan menjaga kepaduan kelompok.</p>
<p>Allah mewahyukan hal berikut ini dalam salah satu ayat Al Qur’an:</p>
<p>“Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.”  (QS Asy Syu’araa, 26:9)</p>
<p>Sumber : www.harunyahya.com</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/junworld.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/junworld.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/junworld.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/junworld.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/junworld.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/junworld.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/junworld.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/junworld.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/junworld.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/junworld.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/junworld.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/junworld.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/junworld.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/junworld.wordpress.com/100/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=junworld.wordpress.com&amp;blog=7019217&amp;post=100&amp;subd=junworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://junworld.wordpress.com/2009/05/14/jaringan-informasi-pada-lumba-lumba-mengungguli-internet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7a60e593df536def13f3c188a09ebd0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">junaidiismail</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nayandin23.files.wordpress.com/2009/04/artikel85-01.jpg?w=307&#038;h=203" medium="image">
			<media:title type="html">artikel85-01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nayandin23.files.wordpress.com/2009/04/artikel85-02.jpg?w=307&#038;h=207" medium="image">
			<media:title type="html">artikel85-02</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hikmah Kematian</title>
		<link>http://junworld.wordpress.com/2009/05/14/hikmah-kematian/</link>
		<comments>http://junworld.wordpress.com/2009/05/14/hikmah-kematian/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 10:05:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>junaidiismail</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://junworld.wordpress.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Kehidupan berlangsung tanpa disadari dari detik ke detik. Apakah anda tidak menyadari bahwa hari-hari yang anda lewati justru semakin mendekatkan anda kepada kematian sebagaimana juga yang berlaku bagi orang lain? Seperti yang tercantum dalam ayat “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS. 29:57) tiap orang yang pernah hidup di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=junworld.wordpress.com&amp;blog=7019217&amp;post=98&amp;subd=junworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kehidupan berlangsung tanpa disadari dari detik ke detik. Apakah anda tidak menyadari bahwa hari-hari yang anda lewati justru semakin mendekatkan anda kepada kematian sebagaimana juga yang berlaku bagi orang lain?  Seperti yang tercantum dalam ayat “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS. 29:57) tiap orang yang pernah hidup di muka bumi ini ditakdirkan untuk mati. Tanpa kecuali, mereka semua akan mati, tiap orang. Saat ini, kita tidak pernah menemukan jejak orang-orang yang telah meninggal dunia. Mereka yang saat ini masih hidup dan mereka yang akan hidup juga akan menghadapi kematian pada hari yang telah ditentukan. Walaupun demikian, masyarakat pada umumnya cenderung melihat kematian sebagai suatu peristiwa yang terjadi secara kebetulan saja.  Coba renungkan seorang bayi yang baru saja membuka matanya di dunia ini dengan seseorang yang sedang mengalami sakaratul maut. Keduanya sama sekali tidak berkuasa terhadap kelahiran dan kematian mereka. Hanya Allah yang memiliki kuasa untuk memberikan nafas bagi kehidupan atau untuk mengambilnya.  Semua makhluk hidup akan hidup sampai suatu hari yang telah ditentukan dan kemudian mati; Allah menjelaskan dalam Quran tentang prilaku manusia pada umumnya terhadap kematian dalam ayat berikut ini:  Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. 62:8)  Kebanyakan orang menghindari untuk berpikir tentang kematian. Dalam kehidupan modern ini, seseorang biasanya menyibukkan dirinya dengan hal-hal yang sangat bertolak belakang [dengan kematian]; mereka berpikir tentang: di mana mereka akan kuliah, di perusahaan mana mereka akan bekerja, baju apa yang akan mereka gunakan besok pagi, apa yang akan dimasak untuk makan malam nanti, hal-hal ini merupakan persoalan-persoalan penting yang sering kita pikirkan. Kehidupan diartikan sebagai sebuah proses kebiasaan yang dilakukan sehari-hari. Pembicaraan tentang kematian sering dicela oleh mereka yang merasa tidak nyaman mendengarnya. Mereka menganggap bahwa kematian hanya akan terjadi ketika seseorang telah lanjut usia, seseorang tidak ingin memikirkan tentang kematian dirinya yang tidak menyenangkannya ini. Sekalipun begitu ingatlah selalu, tidak ada yang menjamin bahwa seseorang akan hidup dalam satu jam berikutnya. Tiap hari, orang-orang menyaksikan kematian orang lain di sekitarnya tetapi tidak memikirkan tentang hari ketika orang lain menyaksikan kematian dirinya. Ia tidak mengira bahwa kematian itu sedang menunggunya!  Ketika kematian dialami oleh seorang manusia, semua “kenyataan” dalam hidup tiba-tiba lenyap. Tidak ada lagi kenangan akan “hari-hari indah” di dunia ini. Renungkanlah segala sesuatu yang anda dapat lakukan saat ini: anda dapat mengedipkan mata anda, menggerakkan badan anda, berbicara, tertawa; semua ini merupakan fungsi tubuh anda. Sekarang renungkan bagaimana keadaan dan bentuk tubuh anda setelah anda mati nanti.  Dimulai saat anda menghembuskan napas untuk yang terakhir kalinya, anda tidak ada apa-apanya lagi selain “seonggok daging”. Tubuh anda yang diam dan terbujur kaku, akan dibawa ke kamar mayat. Di sana, ia akan dimandikan untuk yang terakhir kalinya. Dengan dibungkus kain kafan, jenazah anda akan di bawa ke kuburan dalam sebuah peti mati. Sesudah jenazah anda dimasukkan ke dalam liang lahat, maka tanah akan menutupi anda. Ini adalah kesudahan cerita anda. Mulai saat ini, anda hanyalah seseorang yang namanya terukir pada batu nisan di kuburan.  Selama bulan-bulan atau tahun-tahun pertama, kuburan anda sering dikunjungi. Seiring dengan berlalunya waktu, hanya sedikit orang yang datang. Beberapa tahun kemudian, tidak seorang pun yang datang mengunjungi.  Sementara itu, keluarga dekat anda akan mengalami kehidupan yang berbeda yang disebabkan oleh kematian anda. Di rumah, ruang dan tempat tidur anda akan kosong. Setelah pemakaman, sebagian barang-barang milik anda akan disimpan di rumah: baju, sepatu, dan lain-lain yang dulu menjadi milik anda akan diberikan kepada mereka yang memerlukannya. Berkas-berkas anda di kantor akan dibuang atau diarsipkan. Selama tahun-tahun pertama, beberapa orang masih berkabung akan kepergian anda. Namun, waktu akan mempengaruhi ingatan-ingatan mereka terhadap masa lalu. Empat atau lima dasawarsa kemudian, hanya sedikit orang saja yang masih mengenang anda. Tak lama lagi, generasi baru muncul dan tidak seorang pun dari generasi anda yang masih hidup di muka bumi ini. Apakah anda diingat orang atau tidak, hal tersebut tidak ada gunanya bagi anda.  Sementara semua hal ini terjadi di dunia, jenazah yang ditimbun tanah akan mengalami proses pembusukan yang cepat. Segera setelah anda dimakamkan, maka bakteri-bakteri dan serangga-serangga berkembang biak pada mayat tersebut; hal tersebut terjadi dikarenakan ketiadaan oksigen. Gas yang dilepaskan oleh jasad renik ini mengakibatkan tubuh jenazah menggembung, mulai dari daerah perut, yang mengubah bentuk dan rupanya. Buih-buih darah akan meletup dari mulut dan hidung dikarenakan tekanan gas yang terjadi di sekitar diafragma. Selagi proses ini berlangsung, rambut, kuku, tapak kaki, dan tangan akan terlepas. Seiring dengan terjadinya perubahan di luar tubuh, organ tubuh bagian dalam seperti paru-paru, jantung dan hati juga membusuk. Sementara itu, pemandangan yang paling mengerikan terjadi di sekitar perut, ketika kulit tidak dapat lagi menahan tekanan gas dan tiba-tiba pecah, menyebarkan bau menjijikkan yang tak tertahankan. Mulai dari tengkorak, otot-otot akan terlepas dari tempatnya. Kulit dan jaringan lembut lainnya akan tercerai berai. Otak juga akan membusuk dan tampak seperti tanah liat. Semua proses ini berlangsung sehingga seluruh tubuh menjadi kerangka.  Tidak ada kesempatan untuk kembali kepada kehidupan yang sebelumnya. Berkumpul bersama keluarga di meja makan, bersosialisasi atau memiliki pekerjaan yang terhormat; semuanya tidak akan mungkin terjadi.  Singkatnya, “onggokkan daging dan tulang” yang tadinya dapat dikenali; mengalami akhir yang menjijikkan. Di lain pihak, anda – atau lebih tepatnya, jiwa anda – akan meninggalkan tubuh ini segera setelah nafas anda berakhir. Sedangkan sisa dari anda – tubuh anda – akan menjadi bagian dari tanah.  Ya, tetapi apa alasan semua hal ini terjadi?  Seandainya Allah ingin, tubuh ini dapat saja tidak membusuk seperti kejadian di atas. Tetapi hal ini justru menyimpan suatu pesan tersembunyi yang sangat penting  Akhir kehidupan yang sangat dahsyat yang menunggu manusia; seharusnya menyadarkan dirinya bahwa ia bukanlah hanya tubuh semata, melainkan jiwa yang “dibungkus” dalam tubuh. Dengan lain perkataan, manusia harus menyadari bahwa ia memiliki suatu eksistensi di luar tubuhnya. Selain itu, manusia harus paham akan kematian tubuhnya – yang ia coba untuk miliki seakan-akan ia akan hidup selamanya di dunia yang sementara ini -. Tubuh yang dianggapnya sangat penting ini, akan membusuk serta menjadi makanan cacing suatu hari nanti dan berakhir menjadi kerangka. Mungkin saja hal tersebut segera terjadi.  Walaupun setelah melihat kenyataan-kenyataan ini, ternyata mental manusia cenderung untuk tidak peduli terhadap hal-hal yang tidak disukai atau diingininya. Bahkan ia cenderung untuk menafikan eksistensi sesuatu yang ia hindari pertemuannya. Kecenderungan seperti ini tampak terlihat jelas sekali ketika membicarakan kematian. Hanya pemakaman atau kematian tiba-tiba keluarga dekat sajalah yang dapat mengingatkannya [akan kematian]. Kebanyakan orang melihat kematian itu jauh dari diri mereka. Asumsi yang menyatakan bahwa mereka yang mati pada saat sedang tidur atau karena kecelakaan merupakan orang lain; dan apa yang mereka [yang mati] alami tidak akan menimpa diri mereka! Semua orang berpikiran, belum saatnya mati dan mereka selalu berpikir selalu masih ada hari esok untuk hidup.  Bahkan mungkin saja, orang yang meninggal dalam perjalanannya ke sekolah atau terburu-buru untuk menghadiri rapat di kantornya juga berpikiran serupa. Tidak pernah terpikirkan oleh mereka bahwa koran esok hari akan memberitakan kematian mereka. Sangat mungkin, selagi anda membaca artikel ini, anda berharap untuk tidak meninggal setelah anda menyelesaikan membacanya atau bahkan menghibur kemungkinan tersebut terjadi. Mungkin anda merasa bahwa saat ini belum waktunya mati karena masih banyak hal-hal yang harus diselesaikan. Namun demikian, hal ini hanyalah alasan untuk menghindari kematian dan usaha-usaha seperti ini hanyalah hal yang sia-sia untuk menghindarinya:  Katakanlah: “Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali sebentar saja.” (QS. 33:16)  Manusia yang diciptakan seorang diri haruslah waspada bahwa ia juga akan mati seorang diri. Namun selama hidupnya, ia hampir selalu hidup untuk memenuhi segala keinginannya. Tujuan utamanya dalam hidup adalah untuk memenuhi hawa nafsunya. Namun, tidak seorang pun dapat membawa harta bendanya ke dalam kuburan. Jenazah dikuburkan hanya dengan dibungkus kain kafan yang dibuat dari bahan yang murah. Tubuh datang ke dunia ini seorang diri dan pergi darinya pun dengan cara yang sama. Modal yang dapat di bawa seseorang ketika mati hanyalah amal-amalnya saja.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/junworld.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/junworld.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/junworld.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/junworld.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/junworld.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/junworld.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/junworld.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/junworld.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/junworld.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/junworld.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/junworld.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/junworld.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/junworld.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/junworld.wordpress.com/98/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=junworld.wordpress.com&amp;blog=7019217&amp;post=98&amp;subd=junworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://junworld.wordpress.com/2009/05/14/hikmah-kematian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7a60e593df536def13f3c188a09ebd0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">junaidiismail</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Lebah Madu</title>
		<link>http://junworld.wordpress.com/2009/05/14/kisah-lebah-madu/</link>
		<comments>http://junworld.wordpress.com/2009/05/14/kisah-lebah-madu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 10:03:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>junaidiismail</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://junworld.wordpress.com/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[Seseorang yang meneliti segala penjuru alam semesta – dari galaksi raksasa di ruang angkasa hingga mahluk hidup di alam, dan dari tubuhnya sendiri hingga sel kasat mata – akan mendapati suatu perencanaan sempurna dalam tatanan maupun rancangannya. Setiap jengkal alam semesta dipenuhi oleh bukti yang nyata dan pasti: FAKTA PENCIPTAAN. Beragam pekerjaan yang dilakukan para [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=junworld.wordpress.com&amp;blog=7019217&amp;post=96&amp;subd=junworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seseorang yang meneliti segala penjuru alam semesta – dari galaksi raksasa di ruang angkasa hingga mahluk hidup di alam, dan dari tubuhnya sendiri hingga sel kasat mata – akan mendapati suatu perencanaan sempurna dalam tatanan maupun rancangannya. Setiap jengkal alam semesta dipenuhi oleh bukti yang nyata dan pasti: FAKTA PENCIPTAAN.</p>
<p>Beragam pekerjaan yang dilakukan para hewan dan perilaku yang mereka perlihatkan, hanya mungkin terjadi karena adanya hikmah, ilmu, pengalaman dan keahlian yang luar biasa. Pengamatan sederhana sebenarnya sudah cukup untuk memahami bahwa sifat-sifat unggul ini bukanlah berasal dari hewan itu sendiri. Indera penunjuk arah sempurna pada burung yang bermigrasi ribuan kilometer, kemegahan arsitektur jaring laba-laba, pembagian kerja dan kerjasama luar biasa dalam koloni semut, serta rancangan geometris menakjubkan pada sarang lebah madu adalah sedikit dari beragam contoh lain yang tak terhitung jumlahnya…</p>
<p>Allah membentangkan tanda-tanda keberadaan dan kekuasaan-Nya melalui contoh-contoh ini. Dia memperlihatkan ilmu, hikmah dan kesempurnaan-Nya yang tak terbatas melalui makhluk hidup dan tak hidup ciptaan-Nya.</p>
<p>Beragam organisme besar dan kecil, dari burung hingga reptil, dan dari ikan paus hingga serangga, memperlihatkan perilaku yang sungguh menakjubkan. Bahkan manusia, yang menganggap dirinya lebih bijak, berilmu dan cerdas, ternyata tak mampu menyaingi keahlian mereka.</p>
<p>Kisah lebah madu, yang akan kita simak berikut ini, hanyalah satu di antara berbagai mahluk hidup dengan perilaku mereka yang membuat manusia berdecak kagum.</p>
<p>Lebah adalah serangga mungil yang tidak mampu berpikir. Akan tetapi mereka mampu menyelesaikan sejumlah pekerjaan besar yang tak terbayangkan sebelumnya. Setiap pekerjaan tersebut membutuhkan perhitungan dan perencanaan khusus. Sungguh mengagumkan bahwa kecerdasan dan keahlian yang demikian ini ada pada setiap ekor lebah. Namun, yang lebih hebat lagi adalah ribuan lebah bekerjasama secara teratur dan terencana dalam rangka mencapai satu tujuan yang sama, dan mereka melaksanakan bagian pekerjaan mereka masing-masing secara penuh dan sungguh-sungguh tanpa kesalahan sedikitpun.</p>
<p>Kesulitan terbesar dalam pengorganisasian sekelompok orang untuk bekerja secara bersama adalah penyiapan jadwal kerja serta pembagian tugas dan tanggung jawab. Dalam sebuah pabrik, misalnya, terdapat struktur jabatan yang rapi di mana para pekerja melapor pada mandor, para mandor melapor pada insinyur, para insinyur melapor pada manajer pelaksana dan para manajer pelaksana melapor pada manajer umum. Pengoperasian pabrik yang efisien memerlukan banyak tenaga kerja dan dana; pembuatan rencana jangka panjang dan pendek; serta pengumpulan data statistik. Produksi dilakukan berdasarkan rencana produksi yang telah disiapkan sebelumnya, dan pengawasan kualitas dilakukan di setiap tahapannya. Setiap insinyur, manajer dan manajer pelaksana memperoleh pendidikan dan pelatihan khusus dalam jangka waktu tertentu sebelum ditempatkan pada posisi mereka masing-masing.</p>
<p>Akan tetapi, setelah segala persyaratan ini dipenuhi dan sistem organisasinya telah terbentuk, hanya beberapa ratus tenaga kerja saja yang mampu bekerja bersama secara harmonis.</p>
<p>Demikianlah, pembentukan kerja sama di antara beberapa ratus manusia cerdas dengan gagasan mereka masing-masing memerlukan perencanaan yang rumit dan biaya mahal. Namun, puluhan ribu lebah mampu membangun sistem organisasi sempurna yang tak tertandingi oleh masyarakat manusia.</p>
<p>Tidak seperti manusia, lebah tidak mendapatkan pendidikan atau pelatihan apapun. Begitu lebah lahir, ia dengan segera melaksanakan tugas yang dibebankan padanya.</p>
<p>Karyawan pabrik bekerja untuk mendapatkan gaji pada akhir bulan. Sementara itu, seekor lebah tidak memperoleh keuntungan pribadi dari pekerjaan yang ia lakukan. Pekerjaan yang dilakukan karyawan pabrik, baik sebagai pekerja biasa ataupun manajer pelaksana, terbatas hanya pada jam kerja tertentu dan mereka berhak mendapatkan masa liburan. Sebaliknya, lebah bekerja sepanjang hidup, tanpa istirahat, demi kepentingan dan kebaikan sesamanya.</p>
<p>Tidak diragukan lagi, Allah, Dia-lah yang menjadikan masing-masing dari puluhan ribu lebah tersebut bekerja harmonis tanpa henti, layaknya roda-roda gigi dalam sebuah mesin. Dalam sebuah ayat, Allah mengingatkan manusia tentang segala nikmat yang Allah berikan kepada manusia melalui hewan ciptaan-Nya: “Dan Kami tundukkan binatang–binatang itu untuk mereka; maka sebahagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebahagiannya mereka makan. Dan mereka memperoleh padanya manfaat–manfaat dan minuman. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?” (QS. Yaasiin, 36:72-73)</p>
<p>Rata-rata, sekitar 60-70 ribu lebah hidup dalam sebuah sarang. Walaupun populasi yang demikian padat, lebah mampu melakukan pekerjaannya secara terencana dan teratur rapi.</p>
<p>Suatu koloni lebah umumnya terdiri dari lebah pekerja, pejantan dan ratu. Lebah pekerja boleh dikata mengerjakan seluruh tugas dalam sarang. Sejak saat dilahirkan, para lebah pekerja langsung mulai bekerja, dan selama hidup, mereka melakukan berbagai tugas yang berganti-ganti sesuai dengan proses perkembangan yang terjadi dalam tubuh mereka. Mereka menghabiskan tiga hari pertama dalam hidup mereka dengan membersihkan sarang.</p>
<p>Kebersihan sarang sangatlah penting bagi kesehatan lebah dan larva dalam koloni. Lebah pekerja membuang seluruh bahan berlebih yang ada dalam sarang. Saat bertemu serangga penyusup yang tak mampu mereka keluarkan dari sarang, mereka pertama-tama membunuhnya. Kemudian mereka membungkusnya dengan cara menyerupai pembalseman mayat. Yang menarik di sini adalah dalam pengawetan ini lebah menggunakan bahan khusus yang disebut “propolis”. Propolis adalah suatu bahan istimewa karena sifatnya yang anti bakteri sehingga sangat baik digunakan sebagai pengawet.</p>
<p>Bagaimana lebah tahu bahan ini adalah yang terbaik sebagai pengawet, dan bagaimana mereka mampu menghasilkannya dalam tubuh mereka ?</p>
<p>Propolis adalah bahan yang hanya dapat dihasilkan dalam kondisi laboratorium dengan teknologi dan tingkat pengetahuan ilmu kimia yang cukup tinggi. Nyata bahwa lebah sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang ini, apalagi laboratorium dalam tubuhnya.<br />
Lebih jauh lagi, lebah pekerja bertanggung jawab memeriksa sel–sel yang akan digunakan sang ratu untuk meletakkan telurnya. Selain itu, lebah pekerja juga bertugas mengumpulkan kotoran yang ada dalam sel-sel yang telah ditinggalkan oleh para larva yang telah lahir, serta membersihkan sel penyimpan makanan. Lebah–lebah tersebut juga mengatur kelembaban dan temperatur di dalam sarang, jika dibutuhkan, dengan kipasan angin melalui kepakan sayap mereka pada pintu masuk sarang.</p>
<p>Penting untuk diketahui bahwa seluruh tugas yang membutuhkan spesialisasi ini dilakukan oleh lebah pekerja berumur 3 hari yang bertanggung jawab dalam kebersihan.</p>
<p>Lebah pekerja menghabiskan waktunya setelah 3 hari pertama tersebut dengan merawat para larva. Saat mereka menjadi lebih dewasa, beberapa kelenjar sekresi dalam tubuh mereka mulai berfungsi; ini memungkinkan mereka untuk merawat larva. Seluruh tugas yang berhubungan dengan perawatan larva ini dikerjakan oleh lebah pekerja yamg berumur 3 sampai 10 hari. Mereka memberi makan sebagian larva dengan royal jelly, dan sebagian lagi dengan campuran madu-serbuk sari. Mahluk hidup yang baru lahir ini telah mengetahui tugas yang menjadi tanggung jawabnya dan memiliki pengetahuan untuk mengerjakannya dengan cara yang sangat profesional.</p>
<p>Sang lebah berganti tugas saat ia tumbuh lebih dewasa. Ketika mencapai hari ke 10 dari masa hidupnya, kelenjar penghasil lilin dalam perut lebah pekerja mendadak telah matang sehingga ia mampu menghasilkan lilin. Pada saat itulah seekor lebah menjadi pekerja pembangun sel-sel penyimpan madu dengan menggunakan lilin.</p>
<p>Fenomena ini memunculkan banyak pertanyaan. Bagaimana mungkin seekor makhluk hidup yang baru saja lahir, dan, lebih dari itu, yang tidak memiliki kecerdasan dan pengetahuan ini benar-benar memahami seluruh tugas yang menjadi tanggung jawabnya? Bagaimana tubuh seekor hewan tiba–tiba dapat teradaptasikan untuk merawat dan memberi makan larva dengan berfungsinya beberapa kelenjar sekresi, padahal sesaat sebelumnya ia terprogram untuk melakukan tugas kebersihan? Bagaimana seekor lebah, yang 4 atau 5 hari sebelumnya adalah larva, dapat berpikir dan merencanakan segala tugasnya tersebut? Bagaimana tubuhnya dapat dengan tiba–tiba menghasilkan lilin dan berubah menjadi pekerja konstruksi? Padahal konstruksi bangunan ini didasarkan pada penghitungan rumit dan sangat tepat, yang tak akan mampu dilakukan oleh manusia sekalipun.</p>
<p>Tidak ada keraguan, tidaklah mungkin lebah itu sendiri yang melakukan perhitungan berdasarkan kecerdasannya sendiri. Begitulah, ini adalah bukti nyata bahwa setiap fase dalam hidupnya, lebah tunduk pada hikmah dan kekuasaan Penciptanya. Lebah menjalani setiap saat dalam hidupnya dengan ilham yang diberikan oleh Allah, Pencipta Yang Mahaperkasa</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/junworld.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/junworld.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/junworld.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/junworld.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/junworld.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/junworld.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/junworld.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/junworld.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/junworld.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/junworld.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/junworld.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/junworld.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/junworld.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/junworld.wordpress.com/96/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=junworld.wordpress.com&amp;blog=7019217&amp;post=96&amp;subd=junworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://junworld.wordpress.com/2009/05/14/kisah-lebah-madu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7a60e593df536def13f3c188a09ebd0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">junaidiismail</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memanfaatan Museum Sebagai Sumber Pembelajaran</title>
		<link>http://junworld.wordpress.com/2009/05/14/memanfaatan-museum-sebagai-sumber-pembelajaran/</link>
		<comments>http://junworld.wordpress.com/2009/05/14/memanfaatan-museum-sebagai-sumber-pembelajaran/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 09:36:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>junaidiismail</dc:creator>
				<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://junworld.wordpress.com/?p=76</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Apabila suatu bangsa adalah sebuah keluarga yang hidup dengan dan dalam rumah kebudayaannya, maka Museum dapatlah dipahami sebagai album keluarga itu. Di dalam album itulah foto-foto seluruh keluarga tersimpan dan disusun dari setiap masa dan generasi. Foto-foto itu ditatap untuk tidak sekedar menjenguk dan menziarahi sebuah masa lalu, sebab waktu bukan hanya terdiri dari ruang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=junworld.wordpress.com&amp;blog=7019217&amp;post=76&amp;subd=junworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;"><strong>&#8220;Apabila suatu bangsa adalah sebuah keluarga yang hidup dengan dan dalam rumah kebudayaannya, maka Museum dapatlah dipahami sebagai album keluarga itu. Di dalam album itulah foto-foto seluruh keluarga tersimpan dan disusun dari setiap masa dan generasi. Foto-foto itu ditatap untuk tidak sekedar menjenguk dan menziarahi sebuah masa lalu, sebab waktu bukan hanya terdiri dari ruang dimensi kemarin, hari ini dan besok pagi. Foto-foto itu adalah waktu yang menjadi tempat untuk menatap dan memaknai seluruhnya, bukan hanya peristiwa, akan tetapi juga pemaknaan di balik peristiwa-peristiwa itu. Pemaknaan tentang seluruh identitas, di dalam dan di luar kota. Foto-foto itu akhirnya bukan lagi dipahami sebagai sebuah benda&#8221; (HU Pikiran Rakyat, 22 Februari 2001).</strong></span></p>
<p><span style="font-family:arial;font-size:x-small;"><strong> </strong></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;"><strong>Uraian tersebut menunjukkan, museum tidak hanya berfungsi sebagai lembaga yang mengumpulkan dan memamerkan benda-benda yang berkaitan dengan sejarah perkembangan kehidupan manusia dan lingkungan, tetapi merupakan suatu lembaga yang mempunyai tugas untuk melakukan pembinaan dan pengembangan nilai budaya bangsa guna memperkuat kepribadian dan jati diri bangsa, mempertebal keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan, serta meningkatkan rasa harga diri dan kebanggaan nasional. </strong></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;"><strong>Dalam kenyataannya, saat ini masih banyak masyarakat, termasuk kalangan pendidikan, yang memandang Museum hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan dan memelihara benda-benda peninggalan sejarah serta menjadi monumen penghias kota. Akibatnya, banyak masyarakat yang enggan untuk meluangkan waktu berkunjung ke Museum dengan alasan kuno dan tidak prestis, padahal jika semua kalangan masyarakat sudi meluangkan waktu untuk datang untuk menikmati dan mencoba memahami makna yang terkandung dalam setiap benda yang dipamerkan museum, maka akan terjadi suatu transfomasi nilai warisan budaya bangsa dari generasi terdahulu kepada generasi sekarang.</strong></span></p>
<p><span style="font-family:arial;font-size:x-small;"><strong> </strong></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;"><strong>Bagi dunia pendidikan, keberadaan museum merupakan suatu yang tidak dapat terpisahkan, karena keberadaannya mampu menjawab berbagai pertanyaan yang muncul dalam proses pembelajaran terutama berkaitan dengan sejarah perkembangan manusia, budaya dan lingkungannya. </strong></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;"><strong>Museum sebagai Sumber Pembelajaran<br />
Sebagai lembaga yang menyimpan, memelihara serta memamerkan hasil karya, cipta dan karsa manusia sepanjang zaman, museum merupakan tempat yang tepat sebagai Sumber Pembelajaran bagi kalangan pendidikan, karena melalui benda yang dipamerkannya pengunjung dapat belajar tentang berbagai hal berkenaan dengan nilai, perhatian serta peri kehidupan manusia. </strong></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;"><strong>Kegiatan observasi yang dilakukan oleh siswa di Museum merupakan batu loncatan bagi munculnya suatu gagasan dan ide baru karena pada kegiatan ini siswa dirangsang untuk menggunakan kemampuannya dalam berfikir kritis secara optimal. Kemampuan berfikir siswa tersebut menurut Takai and Connor (1998), meliputi :<br />
a. Comparing and Contrasting (kemampuan mengenal persamaan dan perbedaan pada objek yang diamati)<br />
b. Identifying and Classifying (kemampuan mengidentifikasi dan mengelompokkan objek yang diamati pada kelompok seharusnya).<br />
c. Describing (kemampuan menyampaikan deskripsi secara lisan dan tulisan berkenaan dengan objek yang diamati).<br />
d. Predicting (kemampuan untuk memprakirakan apa yang terjadi berkenaan dengan objek yang diamati).<br />
e. Summarizing (kemampuan membuat kesimpulan dari informasi yang diperoleh di Museum dalam sebuah laporan secara singkat dan padat).</strong></span></p>
<p><span style="font-family:arial;font-size:x-small;"><strong> </strong></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;"><strong>Kemampuan berpikir tersebut tidak akan muncul dengan sendirinya tanpa adanya bimbingan dan pembinaan yang memadai dari gurunya. Upaya yang dapat dilakukan oleh guru dalam menumbuhkan kemampuan berfikir kritis siswa melalui kegiatan kunjungan ke Museum, diantaranya :<br />
a. Dalam kegiatan pembelajaran di dalam kelas untuk materi tertentu, guru perlu sering mengajak, menugaskan atau menyarankan siswa berkunjung ke Museum guna membuktikan uraian dalam buku teks dengan melihat bukti nyata yang terdapat di museum. Kegiatan ini idealnya dilakukan dengan melibatkan siswa dalam jumlah yang tidak terlalu besar untuk mempermudah guru dan pemandu museum membimbing siswa saat mengamati koleksi museum.<br />
b. Memberikan pembekalan terlebih dahulu kepada siswa sebelum melakukan kunjungan ke museu, terutama berkaitan dengan materi yang akan diamati. Kegiatan ini dilakukan agar pada diri siswa tumbuh rasa ingin mengetahui dan membuktikan apa yang diinformasikan oleh gurunya atau pemandu museum.<br />
c. Menyediakan alat bantu pendukung pembelajaran bagi siswa, berupa lembar pannduan atau LKS yang materinya disusun sesingkat dan sepadat mungkin serta mampu menumbuhkan daya kritis siswa terhadap objek yang diamati.<br />
d. Selama kunjungan guru dan atau pemandu museum berada dekat siswa untuk memberikan bimbingan dan melakukan diskusi kecil dengan siswa berkenaan dengan objek yang diamati.<br />
e. Setelah kegiatan kunjungan, siswa diminta untuk membuat laporan berupa kesimpulan yang diperoleh dari hasil kegiatan kunjungan ke museum, kemudian hasil tersebut didiskusikan dalam kelas.<br />
f. Pada bagian akhir kegiatan, guru perlu melakukan evaluasi terhadap program kegiatan kunjungan tersebut sebagai tolok ukur keberhasilan kegiatan kunjungan tersebut. </strong></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;"><strong>Selain upaya yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan kunjungan ke Museum, pihak pengelola (kurator) museum juga perlu melakukan berbagai upaya agar pengunjung, terutama kalangan pendidikan dapat memperoleh hasil yang maksimal dalam kegiatan kunjungannya. Upaya dapat dilakukan oleh pengelola museum dalam menjadikan museumnya sebagai sumber bagi kegiatan pembelajaran, diantaranya :<br />
a. Menyediakan panel informasi singkat berkenaan dengan pembagian ruang dan jenis koleksi yang dipamerkannya di pintu masuk museum, sehingga pengunjung dapat memperoleh gambaran isi museum secara lengkap begitu masuk pintu museum, sehingga walau pengunjung hanya masuk ke salah satu ruangan, dia tidak akan kehilangan &#8220;cerita&#8221; yang disajikan museum.<br />
b. Menyediakan panel-panel informasi yang disajikan secara lengkap dan menarik sebagai pelengkap benda koleksi pameran dan diorama.<br />
c. Menyediakan berbagai fasilitas penunjang kegiatan pendidikan, seperti leaflet, brosur, buku panduan, film, mikro film, slide dan lembar kerja siswa (LKS), sehingga pengunjung dengan mudah mempelajari objek yang dipamerkan museum.<br />
d. Khusus berkenaan dengan LKS, perlu dirancang LKS museum yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing tingkatan usia siswa serta mampu membangkitkan daya kritis siswa sesuai dengan tingkatannya.<br />
e. Museum perlu menyelenggarakan berbagai kegiatan permainan museum yang menarik dan mampu meningkatkan pemahaman siswa akan objek yang dipamerkan.</strong></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;"><strong>Perlunya kerjasama antara sekolah dengan Pengelola Museum<br />
Diatas sudah diuraikan bahwa pemanfaatan museum secara optimal oleh siswa dapat dicapai jika sebelum melakukan kegiatan kunjungan ke museum diberikan pengenalan terlebih dahulu berkenaan dengan materi atau objek yang dipamerkan. Melalui kegiatan eksplorasi pra kunjungan diharapkan siswa akan mampu menangkap berbagai informasi penting berkenaan dengan objek yang dipamerkan sesuai dengan apa diharapkan. Agar guru mampu melakukan bimbingan dalam kegiatan kunjungan ke museum, maka guru perlu menjalin kerjasama dengan pengelola museum guna memperoleh informasi lengkap tentang museum dan koleksi yang dipamerkannya. </strong></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;"><strong>Sebaliknya pihak pengelola (kurator) museum dalam menyusun berbagai program pendidikan di museum serta sarana penunjangnya, perlu melakukan kerjasama dengan kalangan pendidikan agar program pendidikan di museum dan sarana penunjangnya, seperti LKS, dapat sesuai dengan apa yang menjadi tuntutan kurikulum sekolah. Selain itu, antara museum satu dengan yang lainnya yang berada dalam satu kota perlu melakukan kerjasama dalam membuat buku informasi museum bersama yang nantinya buku tersebut dapat dibagikan kepada kalangan pendidikan, terutama sekolah, sehingga ketika akan melakukan kegiatan kunjungan dengan mudah guru menentukan museum mana yang akan dikunjungi sesuai dengan tuntutan kurikulum pada saat itu.</strong></span></p>
<p><span style="font-family:arial;font-size:x-small;"><strong> </strong></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;"><strong>Akhirnya melalui pemanfaatan Museum sebagai sumber pembelajaran diharapkan akan mampu meningkatkan kualitas pendidikan kita dan keberadaan museum tidak hanya menjadi penghias atau monumen kota, semoga&#8230;.</strong></span></p>
<p><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-size:small;"><strong>Saya Iwan Hermawan, S.Pd., M.Pd setuju jika bahan yang dikirim dapat dipasang dan digunakan di Homepage Pendidikan Network dan saya menjamin bahwa bahan ini hasil karya saya sendiri dan sah (tidak ada copyright). . </strong></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/junworld.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/junworld.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/junworld.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/junworld.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/junworld.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/junworld.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/junworld.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/junworld.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/junworld.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/junworld.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/junworld.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/junworld.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/junworld.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/junworld.wordpress.com/76/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=junworld.wordpress.com&amp;blog=7019217&amp;post=76&amp;subd=junworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://junworld.wordpress.com/2009/05/14/memanfaatan-museum-sebagai-sumber-pembelajaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7a60e593df536def13f3c188a09ebd0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">junaidiismail</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENDIDIKAN NASIONAL YANG BERMORAL</title>
		<link>http://junworld.wordpress.com/2009/05/14/pendidikan-nasional-yang-bermoral/</link>
		<comments>http://junworld.wordpress.com/2009/05/14/pendidikan-nasional-yang-bermoral/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 09:32:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>junaidiismail</dc:creator>
				<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://junworld.wordpress.com/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[Memang harus kita akui ada diantara (oknum) generasi muda saat ini yang mudah emosi dan lebih mengutamakan otot daripada akal pikiran. Kita lihat saja, tawuran bukan lagi milik pelajar SMP dan SLTA tapi sudah merambah dunia kampus (masih ingat kematian seorang mahasiswa di Universitas Jambi, awal tahun 2002 akibat perkelahian didalam kampus). Atau kita jarang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=junworld.wordpress.com&amp;blog=7019217&amp;post=74&amp;subd=junworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;"><strong>Memang harus kita akui ada diantara (oknum) generasi muda saat ini yang mudah emosi dan lebih mengutamakan otot daripada akal pikiran. Kita lihat saja, tawuran bukan lagi milik pelajar SMP dan SLTA tapi sudah merambah dunia kampus (masih ingat kematian seorang mahasiswa di Universitas Jambi, awal tahun 2002 akibat perkelahian didalam kampus). Atau kita jarang (atau belum pernah) melihat demonstrasi yang santun dan tidak menggangu orang lain baik kata-kata yang diucapkan dan prilaku yang ditampilkan. Kita juga kadang-kadang jadi ragu apakah demonstrasi yang dilakukan mahasiswa murni untuk kepentingan rakyat atau pesanan sang pejabat. </strong></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;"><strong>Selain itu, berita-berita mengenai tindakan pencurian kendaraan baik roda dua maupun empat, penguna narkoba atau bahkan pengedar, pemerasan dan perampokan yang hampir setiap hari mewarnai tiap lini kehidupan di negara kita tercinta ini banyak dilakukan oleh oknum golongan terpelajar. Semua ini jadi tanda tanya besar kenapa hal tersebut terjadi?. Apakah dunia Pendidikan (dari SD sampai PT) kita sudah tidak lagi mengajarkan tata susila dan prinsip saling sayang &#8211; menyayangi kepada siswa atau mahasiswanya atau kurikulum pendidikan tinggi sudah melupakan prinsip kerukunan antar sesama? Atau inikah hasil dari sistim pendidikan kita selama ini ? atau Inikah akibat perilaku para pejabat kita?</strong></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;"><strong>Dilain pihak, tindakan korupsi, kolusi dan nepotisme yang membuat bangsa ini morat-marit dengan segala permasalahanya baik dalam bidang keamanan, politik, ekonomi, sosial budaya serta pendidikan banyak dilakukan oleh orang orang yang mempunyai latar belakang pendidikan tinggi baik dalam negri maupun luar negri. Dan parahnya, era reformasi bukannya berkurang tapi malah tambah jadi. Sehingga kapan krisis multidimensi inI akan berakhir belum ada tanda-tandanya.</strong></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;"><strong>PERLU PENDIDIKAN YANG BERMORAL<br />
Kita dan saya sebagai Generasi Muda sangat perihatin dengan keadaan generasi penerus atau calon generasi penerus Bangsa Indonesai saat ini, yang tinggal, hidup dan dibesarkan di dalam bumi republik ini. Untuk menyiapkan generasi penerus yang bermoral, beretika, sopan, santun, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa perlu dilakukan hal-hal yang memungkin hal itu terjadi walaupun memakan waktu lama. </strong></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;"><strong>Pertama, melalui pendidikan nasional yang bermoral (saya tidak ingin mengatakan bahwa pendidikan kita saat ini tidak bermoral, namun kenyataanya demikian di masyarakat). Lalu apa hubungannya Pendidikan Nasional dan Nasib Generasi Penerus? Hubungannya sangat erat. Pendidikan pada hakikatnya adalah alat untuk menyiapkan sumber daya manusia yang bermoral dan berkualitas unggul. Dan sumber daya manusia tersebut merupakan refleksi nyata dari apa yang telah pendidikan sumbangankan untuk kemajuan atau kemunduran suatu bangsa. Apa yang telah terjadi pada Bangsa Indonesia saat ini adalah sebagai sumbangan pendidikan nasional kita selama ini. </strong></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;"><strong>Pendidikan nasional selama ini telah mengeyampingkan banyak hal. Seharusnya pendidikan nasional kita mampu menciptakan pribadi (generasi penerus) yang bermoral, mandiri, matang dan dewasa, jujur, berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur, berperilaku santun, tahu malu dan tidak arogan serta mementingkan kepentingan bangsa bukan pribadi atau kelompok.Tapi kenyataanya bisa kita lihat saat ini. Pejabat yang melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme baik di legislative, ekskutif dan yudikatif semuanya orang-orang yang berpendidikan bahkan tidak tanggung-tanggung, mereka bergelar dari S1 sampai Prof. Dr. Contoh lainnya, dalam bidang politik lebih parah lagi, ada partai kembar , anggota dewan terlibat narkoba, bertengkar ketika sidang, gontok-gontokan dalam tubuh partai karena memperebutkan posisi tertentu (Bagaimana mau memperjuangkan aspirasi rakyat kalau dalam diri partai saja belum kompak).</strong></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;"><strong>Dan masih ingatkah ketika terjadi jual beli kata-kata umpatan (&#8220;bangsat&#8221;) dalam sidang kasus Bulog yang dilakukan oleh orang-orang yang mengerti hukum dan berpendidikan tinggi. Apakah orang-orang seperti ini yang kita andalkan untuk membawa bangsa ini kedepan? Apakah mereka tidak sadar tindak-tanduk mereka akan ditiru oleh generasi muda saat ini dimasa yang akan datang? Dalam dunia pendidikan sendiri terjadi penyimpangan-penyimpang yang sangat parah seperti penjualan gelar akademik dari S1 sampai S3 bahkan professor (dan anehnya pelakunya adalah orang yang mengerti tentang pendidikan), kelas jauh, guru/dosen yang curang dengan sering datang terlambat untuk mengajar, mengubah nilai supaya bisa masuk sekolah favorit, menjiplak skripsi atau tesis, nyuap untuk jadi pegawai negeri atau nyuap untuk naik pangkat sehingga ada kenaikan pangkat ala Naga Bonar.</strong></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;"><strong>Di pendidikan tingkat menengah sampai dasar, sama parahnya, setiap awal tahun ajaran baru. Para orang tua murid sibuk mengurusi NEM anaknya (untungsnya, NEM sudah tidak dipakai lagi, entah apalagi cara mereka), kalau perlu didongkrak supaya bisa masuk sekolah-sekolah favorit. Kalaupun NEM anaknya rendah, cara yang paling praktis adalah mencari lobby untuk memasukan anaknya ke sekolah yang diinginkan, kalau perlu nyuap. Perilaku para orang tua seperti ini (khususnya kalangan berduit) secara tidak langsung sudah mengajari anak-anak mereka bagaimana melakukan kecurangan dan penipuan. (makanya tidak aneh sekarang ini banyak oknum pejabat jadi penipu dan pembohong rakyat). Dan banyak lagi yang tidak perlu saya sebutkan satu per satu dalam tulisan ini.</strong></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;"><strong>Kembali ke pendidikan nasional yang bermoral (yang saya maksud adalah pendidikan yang bisa mencetak generasi muda dari SD sampai PT yang bermoral. Dimana proses pendidikan harus bisa membawa peserta didik kearah kedewasaan, kemandirian dan bertanggung jawab, tahu malu, tidak plin-plan, jujur, santun, berahklak mulia, berbudi pekerti luhur sehingga mereka tidak lagi bergantung kepada keluarga, masyarakat atau bangsa setelah menyelesaikan pendidikannya.Tetapi sebaliknya, mereka bisa membangun bangsa ini dengan kekayaan yang kita miliki dan dihargai didunia internasional. Kalau perlu bangsa ini tidak lagi mengandalkan utang untuk pembangunan. Sehingga negara lain tidak seenaknya mendikte Bangsa ini dalam berbagai bidang kehidupan.</strong></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;"><strong>Dengan kata lain, proses transformasi ilmu pengetahuan kepada peserta didik harus dilakukan dengan gaya dan cara yang bermoral pula. Dimana ketika berlangsung proses tranformasi ilmu pengetahuan di SD sampai PT sang pendidik harus memiliki moralitas yang bisa dijadikan panutan oleh peserta didik. Seorang pendidik harus jujur, bertakwa, berahklak mulia, tidak curang, tidak memaksakan kehendak, berperilaku santun, displin, tidak arogan, ada rasa malu, tidak plin plan, berlaku adil dan ramah di dalam kelas, keluarga dan masyarakat. Kalau pendidik mulai dari guru SD sampai PT memiliki sifat-sifat seperti diatas. Negara kita belum tentu morat-marit seperti ini. </strong></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;"><strong>Kedua, Perubahan dalam pendidikan nasional jangan hanya terpaku pada perubahan kurikulum, peningkatan anggaran pendidikan, perbaikan fasilitas. Misalkan kurikulum sudah dirubah, anggaran pendidikan sudah ditingkatkan dan fasilitas sudah dilengkapi dan gaji guru/dosen sudah dinaikkan, Namun kalau pendidik (guru atau dosen) dan birokrat pendidikan serta para pembuat kebijakan belum memiliki sifat-sifat seperti diatas, rasanya perubahan-perubahan tersebut akan sia-sia. Implementasi di lapangan akan jauh dari yang diharapkan Dan akibat yang ditimbulkan oleh proses pendidikan pada generasi muda akan sama seperti sekarang ini. Dalam hal ini saya tidak berpretensi menyudutkan guru atau dosen dan birokrat pendidikan serta pembuat kebijakan sebagai penyebab terpuruknya proses pendidikan di Indonesia saat ini. Tapi adanya oknum yang berperilaku menyimpang dan tidak bermoral harus segera mengubah diri sedini mungkin kalau menginginkan generasi seperti diatas. </strong></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;"><strong>Selain itu, anggaran pendidikan yang tinggi belum tentu akan mengubah dengan cepat kondisi pendidikan kita saat ini. Malah anggaran yang tinggi akan menimbulkan KKN yang lebih lagi jika tidak ada kontrol yang ketat dan moralitas yang tinggi dari penguna anggaran tersebut. Dengan anggaran sekitar 6% saja KKN sudah merajalela, apalagi 20-25%.</strong></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;"><strong>Ketiga, Berlaku adil dan Hilangkan perbedaan. Ketika saya masih di SD dulu, ada beberapa guru saya sangat sering memanggil teman saya maju kedepan untuk mencatat dipapan tulis atau menjawab pertanyaan karena dia pintar dan anak orang kaya. Hal ini juga berlanjut sampai saya kuliah di perguruan tinggi. Yang saya rasakan adalah sedih, rendah diri, iri dan putus asa sehingga timbul pertanyaan mengapa sang guru tidak memangil saya atau yang lain. Apakah hanya yang pintar atau anak orang kaya saja yang pantas mendapat perlakuan seperti itu.? Apakah pendidikan hanya untuk orang yang pintar dan kaya? Dan mengapa saya tidak jadi orang pintar dan kaya seperti teman saya? Bisakah saya jadi orang pintar dengan cara yang demikian?</strong></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;"><strong>Dengan contoh yang saya rasakan ini (dan banyak contoh lain yang sebenarnya ingin saya ungkapkan), saya ingin memberikan gambaran bahwa pendidikan nasional kita telah berlaku tidak adil dan membuat perbedaan diantara peserta didik. Sehingga generasi muda kita secara tidak langsung sudah diajari bagaimana berlaku tidak adil dan membuat perbedaan. Jadi, pembukaan kelas unggulan atau kelas akselerasi hanya akan membuat kesenjangan sosial diantara peserta didik, orang tua dan masyarakat. Yang masuk di kelas unggulan belum tentu memang unggul, tetapi ada juga yang diunggul-unggulkan karena KKN. Yang tidak masuk kelas unggulan belum tentu karena tidak unggul otaknya tapi karena dananya tidak unggul. Begitu juga kelas akselerasi, yang sibuk bukan peserta didik, tapi para orang tua mereka mencari jalan bagaimana supaya anaknya bisa masuk kelas tersebut. </strong></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;"><strong>Kalau mau membuat perbedaan, buatlah perbedaan yang bisa menumbuhkan peserta didik yang mandiri, bermoral. dewasa dan bertanggungjawab. Jangan hanya mengadopsi sistem bangsa lain yang belum tentu cocok dengan karakter bangsa kita. Karena itu, pembukaan kelas unggulan dan akselerasi perlu ditinjau kembali kalau perlu hilangkan saja. </strong></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;"><strong>Contoh lain lagi , seorang dosen marah-marah karena beberapa mahasiswa tidak membawa kamus. Padahal Dia sendiri tidak pernah membawa kamus ke kelas. Dan seorang siswa yang pernah belajar dengan saya datang dengan menangis memberitahu bahwa nilai Bahasa Inggrisnya 6 yang seharusnya 9. Karena dia sering protes pada guru ketika belajar dan tidak ikut les dirumah guru tersebut. Inikan! contoh paling sederhana bahwa pendidikan nasional kita belum mengajarkan bagaimana berlaku adil dan menghilangkan Perbedaan. </strong></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;"><strong>PEJABAT HARUS SEGERA BERBENAH DIRI DAN MENGUBAH PERILAKU<br />
Kalau kita menginginkan generasi penerus yang bermoral, jujur, berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur, berperilaku santun, bermoral, tahu malu dan tidak arogan serta mementingkan kepentingan bangsa bukan pribadi atau kelompok. Maka semua pejabat yang memegang jabatan baik legislative, ekskutif maupun yudikatif harus berbenah diri dan memberi contoh dulu bagaimana jujur, berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur, berperilaku santun, bermoral, tahu malu dan tidak arogan serta mementingkan kepentingan bangsa bukan pribadi atau kelompok kepada generasi muda mulai saat ini.</strong></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;"><strong>Karena mereka semua adalah orang-orang yang berpendidikan dan tidak sedikit pejabat yang bergelar Prof. Dr. (bukan gelar yang dibeli obral). Mereka harus membuktikan bahwa mereka adalah hasil dari sistim pendidikan nasional selama ini. Jadi kalau mereka terbukti salah melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme, jangan cari alasan untuk menghindar. Tunjukan bahwa mereka orang yang berpendidikan , bermoral dan taat hukum. Jangan bohong dan curang. Apabila tetap mereka lakukan, sama saja secara tidak langsung mereka (pejabat) sudah memberikan contoh kepada generasi penerus bahwa pendidikan tinggi bukan jaminan orang untuk jujur, berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur, berprilaku santun, bermoral, tahu malu dan tidak arogan serta mementingkan kepentingan bangsa bukan pribadi atau kelompok. Jadi jangan salahkan jika generasi mudah saat ini meniru apa yang mereka (pejabat) telah lakukan . Karena mereka telah merasakan, melihat dan mengalami yang telah pejabat lakukan terhadap bangsa ini.</strong></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;"><strong>Selanjutnya, semua pejabat di negara ini mulai saat ini harus bertanggungjawab dan konsisten dengan ucapannya kepada rakyat. Karena rakyat menaruh kepercayaan terhadap mereka mau dibawah kemana negara ini kedepan. Namun perilaku pejabat kita, lain dulu lain sekarang. Sebelum diangkat jadi pejabat mereka umbar janji kepada rakyat, nanti begini, nanti begitu. Pokoknya semuanya mendukung kepentingan rakyat. Dan setelah diangkat, lain lagi perbuatannya. Contoh sederhana, kita sering melihat di TV ruangan rapat anggota DPR (DPRD) banyak yang kosong atau ada yang tidur-tiduran. Sedih juga melihatnya. Padahal mereka sudah digaji, bagaimana mau memperjuangkan kepentingan rakyat. Kalau ke kantor hanya untuk tidur atau tidak datang sama sekali. Atau ada pengumuman di Koran, radio atau TV tidak ada kenaikan BBM, TDL atau tariff air minum. Tapi beberapa minggu atau bulan berikutnya, tiba-tiba naik dengan alasan tertentu. Jadi jangan salahkan mahasiswa atau rakyat demonstrasi dengan mengeluarkan kata-kata atau perilaku yang kurang etis terhadap pejabat. Karena pejabat itu sendiri tidak konsisten. Padahal pejabat tersebut seorang yang bergelar S2 atau bahkan Prof. Dr. Inikah orang-orang yang dihasilkan oleh pendidikan nasional kita selama ini?</strong></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;"><strong>Harapan<br />
Dengan demikian, apabila kita ingin mencetak generasi penerus yang mandiri, bermoral, dewasa dan bertanggung jawab. Konsekwensinya, Semua yang terlibat dalam dunia pendidikan Indonesia harus mampu memberikan suri tauladan yang bisa jadi panutan generasi muda. jangan hanya menuntut generasi muda untuk berperilaku jujur, berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur, berprilaku santun, bermoral, tahu malu dan tidak arogan serta mementingkan kepentingan bangsa bukan pribadi atau kelompok. </strong></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;"><strong>Tapi para pemimpin bangsa ini tidak melakukannya. Maka harapan tinggal harapan saja. Karena itu, mulai sekarang, semua pejabat mulai dari level tertinggi hingga terendah di legislative, eksekutif dan yudikatif harus segera menghentikan segala bentuk petualangan mereka yang hanya ingin mengejar kepentingan pribadi atau kelompok sesaat dengan mengorbankan kepentingan negara. Sehingga generasi muda Indonesia memiliki panutan-panutan yang bisa diandalkan untuk membangun bangsa ini kedepan.</strong></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/junworld.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/junworld.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/junworld.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/junworld.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/junworld.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/junworld.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/junworld.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/junworld.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/junworld.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/junworld.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/junworld.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/junworld.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/junworld.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/junworld.wordpress.com/74/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=junworld.wordpress.com&amp;blog=7019217&amp;post=74&amp;subd=junworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://junworld.wordpress.com/2009/05/14/pendidikan-nasional-yang-bermoral/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7a60e593df536def13f3c188a09ebd0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">junaidiismail</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pendidikan Sebagai Investasi Jangka Panjang</title>
		<link>http://junworld.wordpress.com/2009/05/14/pendidikan-sebagai-investasi-jangka-panjang/</link>
		<comments>http://junworld.wordpress.com/2009/05/14/pendidikan-sebagai-investasi-jangka-panjang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 09:30:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>junaidiismail</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://junworld.wordpress.com/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[Profesor Toshiko Kinosita mengemukakan bahwa sumber daya manusia Indonesia masih sangat lemah untuk mendukung perkembangan industri dan ekonomi. Penyebabnya karena pemerintah selama ini tidak pernah menempatkan pendidikan sebagai prioritas terpenting. Tidak ditempatkannya pendidikan sebagai prioritas terpenting karena masyarakat Indonesia, mulai dari yang awam hingga politisi dan pejabat pemerintah, hanya berorientasi mengejar uang untuk memperkaya diri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=junworld.wordpress.com&amp;blog=7019217&amp;post=72&amp;subd=junworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;">Profesor Toshiko Kinosita mengemukakan bahwa  sumber daya manusia Indonesia masih sangat lemah  untuk mendukung perkembangan industri dan ekonomi.  Penyebabnya karena pemerintah selama ini tidak  pernah menempatkan pendidikan sebagai prioritas  terpenting. Tidak ditempatkannya pendidikan sebagai  prioritas terpenting karena masyarakat Indonesia,  mulai dari yang awam hingga politisi dan pejabat  pemerintah, hanya berorientasi mengejar uang untuk  memperkaya diri sendiri dan tidak pernah berfikir  panjang (Kompas, 24 Mei 2002). </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;">Pendapat Guru Besar Universitas Waseda Jepang  tersebut sangat menarik untuk dikaji mengingat saat  ini pemerintah Indonesia mulai melirik pendidikan  sebagai investasi jangka panjang, setelah selama  ini pendidikan terabaikan. Salah satu  indikatornya adalah telah disetujuinya oleh MPR untuk  memprioritaskan anggaran pendidikan minimal 20 % dari  APBN atau APBD. Langkah ini merupakan awal  kesadaran pentingnya pendidikan sebagai investasi jangka  pangjang. Sedikitnya terdapat tiga alasan untuk  memprioritaskan pendidikan sebagai investasi  jangka panjang. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;">Pertama, pendidikan adalah alat untuk  perkembangan ekonomi dan bukan sekedar pertumbuhan ekonomi.  Pada praksis manajemen pendidikan modern, salah  satu dari lima fungsi pendidikan adalah fungsi  teknis-ekonomis baik pada tataran individual hingga  tataran global. Fungsi teknis-ekonomis merujuk  pada kontribusi pendidikan untuk perkembangan  ekonomi. Misalnya pendidikan dapat membantu siswa  untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang  diperlukan untuk hidup dan berkompetisi dalam  ekonomi yang kompetitif. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;">Secara umum terbukti bahwa semakin berpendidikan  seseorang maka tingkat pendapatannya semakin  baik. Hal ini dimungkinkan karena orang yang  berpendidikan lebih produktif bila dibandingkan dengan  yang tidak berpendidikan. Produktivitas seseorang  tersebut dikarenakan dimilikinya keterampilan  teknis yang diperoleh dari pendidikan. Oleh karena  itu salah satu tujuan yang harus dicapai oleh  pendidikan adalah mengembangkan keterampilan hidup.  Inilah sebenarnya arah kurikulum berbasis  kompetensi, pendidikan life skill dan broad based  education yang dikembangkan di Indonesia akhir-akhir ini. Di Amerika Serikat (1992) seseorang yang  berpendidikan doktor penghasilan rata-rata per tahun  sebesar 55 juta dollar, master 40 juta dollar, dan  sarjana 33 juta dollar. Sementara itu lulusan  pendidikan lanjutan hanya berpanghasilan rata-rata 19  juta dollar per tahun. Pada tahun yang sama  struktur ini juga terjadi di Indonesia. Misalnya  rata-rata, antara pedesaan dan perkotaan, pendapatan  per tahun lulusan universitas 3,5 juta rupiah,  akademi 3 juta rupiah, SLTA 1,9 juta rupiah, dan SD  hanya 1,1 juta rupiah.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;">Para penganut teori human capital berpendapat  bahwa pendidikan adalah sebagai investasi sumber  daya manusia yang memberi manfaat moneter ataupun  non-moneter. Manfaat non-meneter dari pendidikan  adalah diperolehnya kondisi kerja yang lebih baik,  kepuasan kerja, efisiensi konsumsi, kepuasan  menikmati masa pensiun dan manfaat hidup yang lebih  lama karena peningkatan gizi dan kesehatan.  Manfaat moneter adalah manfaat ekonomis yaitu berupa  tambahan pendapatan seseorang yang telah  menyelesaikan tingkat pendidikan tertentu dibandingkan  dengan pendapatan lulusan pendidikan dibawahnya.  (Walter W. McMahon dan Terry G. Geske, Financing  Education: Overcoming Inefficiency and Inequity, USA:  University of Illionis, 1982, h.121).</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;">Sumber daya manusia yang berpendidikan akan  menjadi modal utama pembangunan nasional, terutama  untuk perkembangan ekonomi. Semakin banyak orang  yang berpendidikan maka semakin mudah bagi suatu  negara untuk membangun bangsanya. Hal ini  dikarenakan telah dikuasainya keterampilan, ilmu  pengetahuan dan teknologi oleh sumber daya manusianya  sehingga pemerintah lebih mudah dalam menggerakkan  pembangunan nasional. </span></p>
<p><span style="font-family:arial;font-size:x-small;"> Nilai </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;">Balik Pendidikan<br />
Kedua, investasi pendidikan memberikan nilai  balik (rate of return) yang lebih tinggi dari pada  investasi fisik di bidang lain. Nilai balik  pendidikan adalah perbandingan antara total biaya yang  dikeluarkan untuk membiayai pendidikan dengan  total pendapatan yang akan diperoleh setelah  seseorang lulus dan memasuki dunia kerja.  Di negara-negara sedang berkembang umumnya  menunjukkan nilai balik terhadap investasi pendidikan  relatif lebih tinggi dari pada investasi modal  fisik yaitu 20 % dibanding 15 %. Sementara itu di  negara-negara maju nilai balik investasi pendidikan  lebih rendah dibanding investasi modal fisik  yaitu 9 % dibanding 13 %. Keadaan ini dapat  dijelaskan bahwa dengan jumlah tenaga kerja terdidik yang  terampil dan ahli di negara berkembang relatif  lebih terbatas jumlahnya dibandingkan dengan  kebutuhan sehingga tingkat upah lebih tinggi dan akan  menyebabkan nilai balik terhadap pendidikan juga  tinggi (Ace Suryadi, Pendidikan, Investasi SDM dan  Pembangunan: Isu, Teori dan Aplikasi. Balai  Pustaka: Jakarta, 1999, h.247).</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;">Pilihan investasi pendidikan juga harus  mempertimbangkan tingkatan pendidikan. Di Asia nilai balik  sosial pendidikan dasar rata-rata sebesar 27 %,   pendidikan menengah 15 %, dan pendidikan tinggi  13 %. Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa  semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka  manfaat sosialnya semakin kecil. Jelas sekali bahwa  pendidikan dasar memberikan manfaat sosial yang  paling besar diantara tingkat pendidikan lainnya.  Melihat kenyataan ini maka struktur alokasi  pembiayaan pendidikan harus direformasi. Pada tahun  1995/1996 misalnya, alokasi biaya pendidikan dari  pemerintah Indonesia untuk Sekolah Dasar Negeri  per siswa paling kecil yaitu rata-rata hanya  sekirat 18.000 rupiah per bulan, sementara itu biaya  pendidikan per siswa di Perguruan Tinggi Negeri  mendapat alokasi sebesar 66.000 rupiah per bulan.  Dirjen Dikti, Satrio Sumantri Brojonegoro suatu  ketika mengemukakan bahwa alokasi dana untuk  pendidikan tinggi negeri 25 kali lipat dari pendidikan  dasar. Hal ini menunjukkan bahwa biaya pendidikan  yang lebih banyak dialokasikan pada pendidikan  tinggi justru terjadi inefisiensi karena hanya  menguntungkan individu dan kurang memberikan manfaat  kepada masyarakat.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;">Reformasi alokasi biaya pendidikan ini penting  dilakukan mengingat beberapa kajian yang  menunjukkan bahwa mayoritas yang menikmati pendidikan di  PTN adalah berasal dari masyarakat mampu. Maka  model pembiayaan pendidikan selain didasarkan pada  jenjang pendidikan (dasar vs tinggi) juga  didasarkan pada kekuatan ekonomi siswa (miskin vs kaya).  Artinya siswa di PTN yang berasal dari keluarga  kaya harus dikenakan biaya pendidikan yang lebih  mahal dari pada yang berasal dari keluarga miskin.  Model yang ditawarkan ini sesuai dengan kritetia  equity dalam pembiayaan pendidikan seperti yang  digariskan Unesco.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;">Itulah sebabnya Profesor Kinosita menyarankan  bahwa yang diperlukan di Indonesia adalah pendidikan  dasar dan bukan pendidikan yang canggih. Proses  pendidikan pada pendidikan dasar setidaknnya  bertumpu pada empat pilar yaitu learning to know,  learning to do, leraning to be dan learning live  together yang dapat dicapai melalui delapan  kompetensi dasar yaitu membaca, menulis, mendengar,  menutur, menghitung, meneliti, menghafal dan menghayal.  Anggaran pendidikan nasional seharusnya  diprioritaskan untuk mengentaskan pendidikan dasar 9 tahun  dan bila perlu diperluas menjadi 12 tahun. Selain  itu pendidikan dasar seharusnya “benar-benar”  dibebaskan dari segala beban biaya. Dikatakan  “benar-benar” karena selama ini wajib belajar 9 tahun  yang dicanangkan pemerintah tidaklah gratis.  Apabila semua anak usia pendidikan dasar sudah  terlayani mendapatkan pendidikan tanpa dipungut biaya,  barulah anggaran pendidikan dialokasikan untuk  pendidikan tingkat selanjutnya. </span></p>
<p><span style="font-family:arial;font-size:x-small;"> Fungsi </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;">Non Ekonomi<br />
Ketiga, investasi dalam bidang pendidikan  memiliki banyak fungsi selain fungsi teknis-ekonomis  yaitu fungsi sosial-kemanusiaan, fungsi politis,  fungsi budaya, dan fungsi kependidikan. Fungsi  sosial-kemanusiaan merujuk pada kontribusi pendidikan  terhadap perkembangan manusia dan hubungan sosial  pada berbagai tingkat sosial yang berbeda.  Misalnya pada tingkat individual pendidikan membantu  siswa untuk mengembangkan dirinya secara  psikologis, sosial, fisik dan membantu siswa mengembangkan  potensinya semaksimal mungkin (Yin Cheong Cheng,  School Effectiveness and School-Based Management:  A Mechanism for Development, Washington D.C: The  Palmer Press, 1996, h.7).</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;">Fungsi politis merujuk pada sumbangan pendidikan  terhadap perkembangan politik pada tingkatan  sosial yang berbeda. Misalnya pada tingkat  individual, pendidikan membantu siswa untuk mengembangkan  sikap dan keterampilan kewarganegaraan yang  positif untuk melatih warganegara yang benar dan  bertanggung jawab. Orang yang berpendidikan diharapkan  lebih mengerti hak dan kewajibannya sehingga  wawasan dan perilakunya semakin demoktratis. Selain  itu orang yang berpendidikan diharapkan memiliki  kesadaran dan tanggung jawab terhadap bangsa dan  negara lebih baik dibandingkan dengan yang kurang  berpendidikan.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;">Fungsi budaya merujuk pada sumbangan pendidikan  pada peralihan dan perkembangan budaya pada  tingkatan sosial yang berbeda. Pada tingkat individual,  pendidikan membantu siswa untuk mengembangkan  kreativitasnya, kesadaran estetis serta untuk  bersosialisasi dengan norma-norma, nilai-nilai dan  keyakinan sosial yang baik. Orang yang berpendidikan  diharapkan lebih mampu menghargai atau  menghormati perbedaan dan pluralitas budaya sehingga  memiliki sikap yang lebih terbuka terhadap  keanekaragaman budaya. Dengan demikian semakin banyak orang  yang berpendidikan diharapkan akan lebih mudah  terjadinya akulturasi budaya yang selanjutnya akan  terjadi integrasi budaya nasional atau regional.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;">Fungsi kependidikan merujuk pada sumbangan  pendidikan terhadap perkembangan dan pemeliharaan  pendidikan pada tingkat sosial yang berbeda. Pada  tingkat individual pendidikan membantu siswa belajar  cara belajar dan membantu guru cara mengajar.  Orang yang berpendidikan diharapkan memiliki  kesadaran untuk belajar sepanjang hayat (life long  learning), selalu merasa ketinggalan informasi, ilmu  pengetahuan serta teknologi sehingga terus  terdorong untuk maju dan terus belajar.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;">Di kalangan masyarakat luas juga berlaku pendapat  umum bahwa semakin berpendidikan maka makin baik  status sosial seseorang dan penghormatan  masyarakat terhadap orang yang berpendidikan lebih baik  dari pada yang kurang berpendidikan. Orang yang  berpendidikan diharapkan bisa menggunakan  pemikiran-pemikirannya yang berorientasi pada kepentingan  jangka panjang. Orang yang berpendidikan  diharapkan tidak memiliki kecenderungan orientasi  materi/uang apalagi untuk memperkaya diri sendiri.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;">Kesimpulan<br />
Jelaslah bahwa investasi dalam bidang pendidikan  tidak semata-mata untuk mendongkrak pertumbuhan  ekonomi tetapi lebih luas lagi yaitu perkembangan  ekonomi. Selama orde baru kita selalu bangga  dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, namun  pertumbuhan ekonomi yang tinggi itu hancur lebur karena  tidak didukung oleh adanya sumber daya manusia  yang berpendidikan. Orde baru banyak melahirkan  orang kaya yang tidak memiliki kejujuran dan  keadilan, tetapi lebih banyak lagi melahirkan orang  miskin. Akhirnya pertumbuhan ekonomi hanya dinikmati  sebagian orang dan dengan tingkat ketergantungan  yang amat besar.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;">Perkembangan ekonomi akan tercapai apabila sumber  daya manusianya memiliki etika, moral, rasa  tanggung jawab, rasa keadilan, jujur, serta menyadari  hak dan kewajiban yang kesemuanya itu merupakan  indikator hasil pendidikan yang baik. Inilah  saatnya bagi negeri ini untuk merenungkan bagaimana  merencanakan sebuah sistem pendidikan yang baik  untuk mendukung perkembangan ekonomi. Selain itu pendidikan juga sebagai alat pemersatu  bangsa yang saat ini sedang diancam perpecahan.  Melalui fungsi-fungsi pendidikan di atas yaitu  fungsi sosial-kemanusiaan, fungsi politis, fungsi  budaya, dan fungsi kependidikan maka negeri ini  dapat disatukan kembali. Dari paparan di atas tampak  bahwa pendidikan adalah wahana yang amat penting  dan strategis untuk perkembangan ekonomi dan  integrasi bangsa. Singkatnya pendidikan adalah  sebagai investasi jangka panjang yang harus menjadi  pilihan utama.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;">Bila demikian, ke arah mana pendidikan negeri ini  harus dibawa? Bagaimana merencanakan sebuah  sistem pendidikan yang baik? Marilah kita renungkan  bersama.</span></p>
<p><span style="font-family:arial;font-size:x-small;">Nurkolis, Dosen Akademi Pariwisata Nusantara Jaya  di Jakarta. </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/junworld.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/junworld.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/junworld.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/junworld.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/junworld.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/junworld.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/junworld.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/junworld.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/junworld.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/junworld.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/junworld.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/junworld.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/junworld.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/junworld.wordpress.com/72/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=junworld.wordpress.com&amp;blog=7019217&amp;post=72&amp;subd=junworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://junworld.wordpress.com/2009/05/14/pendidikan-sebagai-investasi-jangka-panjang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7a60e593df536def13f3c188a09ebd0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">junaidiismail</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tahun 2020 Indonesia Kehabisan Guru</title>
		<link>http://junworld.wordpress.com/2009/05/14/tahun-2020-indonesia-kehabisan-guru/</link>
		<comments>http://junworld.wordpress.com/2009/05/14/tahun-2020-indonesia-kehabisan-guru/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 09:28:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>junaidiismail</dc:creator>
				<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://junworld.wordpress.com/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[Hari-hari terakhir ini sedang gencar ditayangkan dua iklan layanan masyarakat di setasiun-stasiun televisi, baik TVRI maupun stasiun televisi swasta. Iklan yang satu berisi pesan tentang anak asuh dan yang lain melukiskan kekurangan guru di negeri kita tercinta ini. Walaupun hanya berdurasi beberapa detik, kedua iklan ini cukup mengundang perhatian, terutama iklan yang disebutkan terakhir. Kekurangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=junworld.wordpress.com&amp;blog=7019217&amp;post=70&amp;subd=junworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;"> Hari-hari terakhir ini sedang gencar ditayangkan dua iklan layanan masyarakat di setasiun-stasiun televisi, baik TVRI maupun stasiun televisi swasta. Iklan yang satu berisi pesan tentang anak asuh dan yang lain melukiskan kekurangan guru di negeri kita tercinta ini. Walaupun hanya berdurasi beberapa detik, kedua iklan ini cukup mengundang perhatian, terutama iklan yang disebutkan terakhir.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;">Kekurangan guru. Sungguh sebuah realitas potret pendidikan kita (salah satu sisi) yang sangat menyedihkan. Betapa tidak, pendidikan adalah modal utama terciptanya kemajuan peradaban sebuah bangsa. Di pihak lain, guru sebagai tenaga profesional di bidang ini justru jumlahnya semakin langka.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;">Lalu, apa jadinya jika pada tahun-tahun mendatang tidak mudah dijumpai sosok guru? Barangkali Anda semua sudah tahu jawabannya. Sudah pasti peradapan kebudayaan di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini semakin parah daripada kondisi sekarang. Mengapa sampai terjadi kondisi seperti ini?</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;">KILAS BALIK<br />
Keadaan pendidikan seperti dipaparkan pada bagian sebelumnya tentu tidak terjadi bagitu saja. Hal itu pasti ada pemicunya. Penyebab kekeurangan guru yang akan saya paparkan di sini bukan berasal dari hasil penelitian mendalam, tetapi sekadar pengamatan sekilas dan dugaan. Penyebab penurunan jumlah sumber daya manusia (SDM), dalam hal ini guru, akhir-akhir adalah ditutupnya lembaga-lembaga pendidikan keguruan.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;">Pada paruh pertama tahun 1990-an semua Sekolah Pendidikan Guru (SPG) dan Pendidikan Guru Agama (PGA) ditutup. Penutupan lembaga pendidikan tersebut beralasan bahwa jenjang pendidikan dasar sudah tidak layak lagi diajar oleh guru-guru tamatan SPG yang notabene hanya berjenjang pendidikan menengah. Sebagai gantinya dibukalah Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Selain itu, sebelum penutupan lembaga-lembaga pendidikan keguruan itu didahului dengan lahirnya sebuah kebijakan yang menetapkan bahwa lulusan SPG tidak otomatis atau langsung diangkat sebagai pegawai negeri, kecualai beberapa orang siswa berprestasi pada tiap angkatan. Akibatnya, banyak lulusan SPG yang beralih ke profesi lain, misalnya pekerja pabrik atau tambak. Fakta seperti ini sangat disayangkan karena para siswa SPG adalah siswa pilihan. Lulusan SLTP yang dapat diterima di SPG adalah siswa yang mempunyai NEM minimum 42,00 dan harus melalui ujian saringan yang bertahap-tahap. Hal itu menunjukkan bahwa yang dapat d iterima di SPG adalah manusia-manusia cerdas dan pilihan. Jadi, mereka sebenarnya adalah tenaga-tenaga potensial.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;">Berikutnya, menjelang akhir tahun 2000, semua IKIP di Indonesia berubah menjadi universitas meskipun masih ada beberapa STKIP dan FKIP di universitas-universitas. Perubahan status ini tentunya diikuti juga perubahan visi dan misi. Semula berstatus Lembaga Pendidikan Tinggi Keguruan (LPTK)sebagai pencetak tenaga-tenaga pendidik profesional berubah menjadi universitas yang mencetak sarjana-sarjana ilmu murni. Barangkali kebijakan ini bertujuan untuk mencapai target sarjana-sarjana andal di bidang IPTEK dalam rangka menyongsong lahirnya Negara Indonesia sebagai negara maju berbasis teknologi. Obsesi seperti ini sangat bagus. Akan tetapi, penyakit latah bangsa Indonesia ini sukar sekali hilang. Artinya, pada waktu kibijakan perubahan status IKIP menjadi universitas itu disetujui, seharusnya beberapa IKIP di Jawa, Sumatera dan Sulawesi yang sudah berkualitas tetap dipertahankan. Dengan demikian, jumlah guru nantinya tetap tercukupi karena sampai kapan pun sektor pendidikan di sebu ah bangsa tidak akan ditutup. Hal itu berarti bahwa sampai kapan pun tenaga guru masih dibutuhkan.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;">APA SOLUSINYA<br />
Kekurangan guru, seperti diilustrasikan dalam iklan layanan masyarakat di televisi, baru terjadi pada jenjang pendidikan dasar. Apabila diamati, fenomena ini cukup realistis menggingat penutupan SPG dan PGA sudah hampir sepuluh tahun yang lalu. Lulusan PGSD pun tidak semuanya dapat diterima sebagai pegawai negeri. Sementara itu, pada jenjang pendidikan menengah fenomena kekurangan guru masih belum terasakan. Hal itu wajar karena penutupan IKIP-IKIP baru dua tiga tahun terakhir. BISAKAH ANDA BAYANGKAN PADA TAHUN 2020 MENDATANG?</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;">Untuk mengatasi persoalan kekurangan guru pada jenjang pendidikan dasar, barangkali buah pikiran saya ini dapat dijadikan bahan diskusi. Setelah kebijakan yang menghentikan pengangkatan tenaga guru sekolah dasar (SD), banyak lulusan SPG atau PGA beralih profesi ke bidang lain. Hal itu seharusnya tidak boleh terjadi mengingat mereka adalah tenaga-tenaga pilihan. Ditambah lagi oleh sistem penerimaan mahasiswa PGSD. Dari awal dibukanya, PGSD menerima mahasiswa dari lulusan SMA. Materi soal tesnya pun disesuaikan dengan standar pengajaran di SLTA umum. Tentu saja hal ini merupakan kendala bagi lulusan SPG atau PGA untuk bersaing dengan lulusan SMA karena materi yang diajarkan di SLTA umum dan kejuruan sudah barang tentu berbeda. Akhirnya, para lulusasan SPG jarang yang diterima.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;">Pada saat perekrutan mahasiswa PGSD seharusnya yang diutamakan terlebih dahulu adalah lulusan SPG atau PGA. Baru kemudian setelah semua lulusan SPG atau PGA ini sudah habis, perekrutan dibuka untuk lulusan SMA.</span></p>
<p><span style="font-family:arial;font-size:x-small;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:x-small;">Akhirnya, untuk mengatasi persoalan kekurangan guru SD, mengapa tidak dicoba untuk memanggil kembali lulusan SPG dan PGA yang belum sempat diterima sebagai guru negeri? Beri mereka beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di PGSD atau STKIP. Setelah lulus langsung diangkat sebagai tenaga guru negeri.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/junworld.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/junworld.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/junworld.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/junworld.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/junworld.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/junworld.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/junworld.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/junworld.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/junworld.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/junworld.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/junworld.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/junworld.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/junworld.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/junworld.wordpress.com/70/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=junworld.wordpress.com&amp;blog=7019217&amp;post=70&amp;subd=junworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://junworld.wordpress.com/2009/05/14/tahun-2020-indonesia-kehabisan-guru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7a60e593df536def13f3c188a09ebd0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">junaidiismail</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>sEKOLAH qu</title>
		<link>http://junworld.wordpress.com/2009/05/14/sekolah-qu/</link>
		<comments>http://junworld.wordpress.com/2009/05/14/sekolah-qu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 09:25:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>junaidiismail</dc:creator>
				<category><![CDATA[Moment]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://junworld.wordpress.com/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[Di sekolah ku smkn 45 ku mendapatkan begitu banyak teman.Mereka begitu baik,santun.ku bahagia memiliki mereka.mereka teman-teman terbaiku saat ini,mereka adalah wahyu ,ia anak yang lucu dapat membuat banyak orang tertawa.Heru ,ia kini adalah pemimpin kami di rohis,sifatnya yang pelupa dan kalau ditanya jawabnya AAHHH…,khazami,ia begitu rajin dan begitu taat,setiap guru pasti ia panggil tuk mengajar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=junworld.wordpress.com&amp;blog=7019217&amp;post=68&amp;subd=junworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di sekolah ku smkn 45 ku mendapatkan begitu banyak teman.Mereka begitu baik,santun.ku bahagia memiliki mereka.mereka teman-teman terbaiku saat ini,mereka adalah wahyu ,ia anak yang lucu dapat membuat banyak orang tertawa.Heru ,ia kini adalah pemimpin kami di rohis,sifatnya yang pelupa dan kalau ditanya jawabnya AAHHH…,khazami,ia begitu rajin dan begitu taat,setiap guru pasti ia panggil tuk mengajar dikelas saat jam pelajaran guru tersebut,nayandin,nah ini dia …dia sering dibilang mirip ponari……,wondo,emm bikin pusing ,omongannya ga nahan….</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/junworld.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/junworld.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/junworld.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/junworld.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/junworld.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/junworld.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/junworld.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/junworld.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/junworld.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/junworld.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/junworld.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/junworld.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/junworld.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/junworld.wordpress.com/68/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=junworld.wordpress.com&amp;blog=7019217&amp;post=68&amp;subd=junworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://junworld.wordpress.com/2009/05/14/sekolah-qu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7a60e593df536def13f3c188a09ebd0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">junaidiismail</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
